Life is not for life itself

Blog EntryAbah...May 27, '08 5:46 AM
for everyone
Tadi malam aku mimpi ketemu almarhum Abah. Bertemu dalam suasana yang sangat aku rindukan, Abah memeluk aku! Satu hal yg hampir tidak aku rasakan ketika aku beranjak besar. Setidaknya aku tidak bisa mengingat kapan terakhir Abah memeluk aku.

Abah memang tidak terlalu dekat dengan anak-anaknya yang berjumlah 9 orang. Hampir semuanya. Kecuali sedikit 'lebih' kepadaku. Karena mungkin di antara anak-anaknya, aku yang paling berprestasi di sekolah. Tapi walau begitu, setiap pengambilan rapor, Abah hampir tidak pernah sempat untuk hadir ke sekolah. Hanya Ka Yus, Kakak nomor dua, yang mengambilkannya untukku. Abah hanya hadir ketika kelulusan aku di SD dan SMP karena memang diminta hadir untuk menerima penghargaan anaknya tercatat sebagai peraih DANEM tertinggi (peringkat 1 di SD dan peringkat 3 di SMP).

Namun, dengan segala prestasi itu, Abah (hampir) tidak pernah memberi pelukan ke aku. Walaupun aku tau, kalo Abah sangat bangga akan aku. Aku sering dengar Abah membanggakan aku di hadapan teman-teman beliau. Tapi, Abah (hampir) tidak pernah menyampaikan langsung ke aku atau memeluk aku sambil berkata, "Abah bangga banar lawan ikam, nak ai..." (Abah bangga betul sama kamu, Nak). Padahal aku pengen banget Abah memperlakukan aku seperti itu. Tapi, itu tidak pernah terjadi. Walaupun aku tau kalo beliau sayang sama aku.

Sampai aku beranjak SMA (bahkan sampai saat ini), keinginan itu ga pernah luntur. Bahkan, tiap kali liat film Barat yang menggambarkan hubungan antara anak (laki-laki) dengan ayahnya (salah satunya di serial Beverly Hills 90210, ketika Brandon mabuk karena minuman dan bertengkar dengan ayahnya, namun kemudian berakhir dengan sangat indah) aku membayangkan kalo itu adalah aku. Aku membayangkan Abah akan memeluk aku seperti Mr. Walls memeluk Brandon. Dan, itu tidak pernah terjadi.

Sampai akhirnya itu terjadi tadi malam. Walau hanya dalam mimpi, aku sangat menikmati betapa hangatnya pelukan Abah buat aku. Ketika aku bangun, aku masih merasakan kehangatan dan ketenangannya. Aku langsung beranjak dan mengambil air wudhu untuk melakukan sholat tahajud. Setelah sholat, aku berdoa sambil menangis khusus buat Abah. Semoga Allah menyampaikan kepada Abah, bahwa aku tidak pernah membenci beliau. Bahwa aku sangat menyayangi beliau. Bahwa aku bangga akan beliau.

Ya Allah, ampuni segala dosa dan kesalahan Abah. Kalaupun ada kesalahan dan maksiat yang mungkin beliau lakukan dalam rangka membesarkan dan menafkahi kami, itu semata-mata karena beliau begitu sayang kepada kami dan tidak ingin melihat anak-anaknya sengsara. Karena itu ampun kesalahan beliau dan sayangi beliau sebagaimana beliau menyayangi kami. Lapangkan kuburnya, jauhkan beliau dari siksa kubur dan jadikan kuburnya sebagai taman surga baginya. Amin.

zalle wrote on May 27, edited on May 27
wanasherpa wrote on May 28
amin...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help