Life is not for life itself

rizal's posts with tag: esq

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag esq

            Hujan cukup deras di pagi itu. Makanya gw agak terlambat berangkat dari rumah. Tapi, sampe di lokasi acara ternyata baru sedikit peserta yang datang. Walhasil, acara jadi molor starting-nya. Trus, di hari terakhir ini kita juga menggunakan ruangan yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Pindah ke ruang Himalaya yang lebih besar dan megah. Soalnya, pak Ari Ginanjar malamnya bakal datang di acara Temu alumni ESQ se-Kalimantan.

            Di hari ketiga, pak Legisan menjelaskan tentang membangun personal strength. Ada lima unsur untuk membangun ketangguhan pribadi, yaitu: mission statement; character building; self controlling; strategic collaboration; dan total action. Intinya sih mengacu pada Rukun Islam, yaitu: Syahadat (persaksian/statement); Sholat (sarana membangun karakter); Puasa (sarana kontrol diri); Zakat (sarana berbagi dan bekerjasama); dan Haji (yang semua rukunnya merupakan pembelajaran tentang total action).

            Kalo dari segi materi, hari ketiga ini terkesan ‘agak’ biasa buat gw. Soalnya gw pernah dapet materi tentang Ma’rifatul Islam (termasuk di dalamnya ada materi Rukun Islam) pas ngikut pengajian di kampus dulu. Cuman memang untuk contoh-contoh yang diberikan lebih relevan dan inspiring untuk kita berbuat. Seperti misalnya kasus Matsusita Electronic, bagaimana mereka menjaga semangat kerja mereka setiap hari hingga bisa mencapai hasil optimal. Juga contoh lainnya. Cukup baik.

            Dan di hari terakhir ini juga kemudian gw bisa menangkap maksud diikutkannya kita ke dalam pelatihan ini. Bahwa, setelah semua materi yang didapat selama 3 hari, akhirnya adalah bagaimana ini menjadi sebuah kerja yang optimal. Bagaimana dengan semua nilai (values) yang sebenarnya kita punya sejak dulu, kita bisa menghasilkan hasil kerja yang optimal. Apalagi tantangan ke depan makin berat. So, it’s time for action!

            Nothing is perfect. Karena yang perfect memang hanya Allah SWT. Termasuk untuk pelatihan ini, buat gw masih ada yang mengganjal bahkan cukup mengganggu. Salah satunya adalah cara sang trainer dan para asistennya dalam ‘mengolah’ emosi peserta agak kurang pas. Contohnya, pas habis nangis-nangis, belum juga reda emosinya, eh...langsung diajak joget bareng. Menurut gw kurang pas aja. Harusnya perlu jeda setelah berada di puncak emosi. Untuk menurunkannya perlu waktu agar semangat yang sudah terbangun masih stay di dalam hati.tidak langsung hilang lenyap tak berbekas. Dan itu terjadi hampir disetiap sesi. Tiap sesi ditutup dengan muhasabah. Tapi sejurus kemudian, memasuki sesi berikutnya langsung diajak joget dan ketawa. Padahal untuk bisa mendapatkan suasana seperti itu sulit sekali, apalagi kalo dilakukan sendirian. Jadi agak rancu aja buat gw.

            Tapi secara keseluruhan pelatihan ini cukup membantu gw untuk lebih bersemangat lagi dalam bekerja. Semoga aja semangat ini terus terjaga. Jadi bos gw ga sia-sia ngasih gratis pelatihan ini ke gw. Juga buat temen-temen sekantor gw.

            GO...GO...GO...

            FIGHT...FIGHT...FIGHT...

            WIN...WIN...WIN...

            YESSSS!!!


Blog EntryESQ TRAINING – Day 2: The Tears PartyMay 7, '07 9:06 PM
for everyone

            Hari kedua pelaksanaan Training ESQ Profesional ga beda dengan hari pertama, gw nangis lagi. Lebih dahsyat malah. Hari ini penjelasan mengenai ESQ Principles dalam Mental Building. Ada 6 prinsip yang dikemukakan, yaitu: Star Principle, Angel Principle, Leadership Principle, Learning Principle, Vision Principle, dan Well Organized Principle. Sebenarnya intinya adalah Rukun Iman, yaitu: Iman kepada Allah SWT, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab-Nya, Iman Kepada rasul, Iman Kepada Hari Akhir, dan Iman Kepada Qadha dan Qadar-Nya Allah.

            Dari semua penjelasan mengenai Prinsip-prinsip ini, yang paling membuat sangat terharu adalah pas penjelasan mengenai Leadership Principle atau prinsip kepemimpinan. Dengan mengambil contoh Sang Teladan Sejati, Rasulullah SAW –hanya dia satu-satunya manusia terbaik dan berhak di contoh—Pak Legisan menjelaskan prinsip kepemimpinan yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Sedikit demi sedikit, bayangan akan perjuangan Rasulullah SAW melintas di benak gw seiring gw memejamkan mata. Dan gambaran-gambaran tersebut seperti jadi nyata di pandangan. Gambaran kerasnya pejuangan Beliau SAW beserta para sahabat terus terpampang di benak. Dan saat itu gw sudah ga memperhatikan sekitar, bahkan penjelasan Pak Legisan dan visualisasinya di depan tidak lagi kuingat. Hanya ada Rasulullah beserta para sahabat.

            Saat itulah gw mulai menangis. Terus menangis. Membayangkan beratnya perjuangan beliau dan gw sekarang cuma menikmatinya saja. Gw ber-Islam, tapi belum ada cobaan buat membuktikan kebenaran keberIslaman gw. Sedangkan Rasulullah SAW dan para sahabat ketika menyatakan keberIslaman mereka, maka saat itulah mereka dikejar-kejar, disiksa, bahkan terbunuh untuk mempertahankan keIslaman mereka. Terbayang bagaimana Sumayyah beserta suami dan anaknya (semoga ridho Allah beserta mereka) disiksa karena mereka tetap kukuh mempertahankan Islam. Bahkan akhirnya ia dan suami menjadi syahid karenanya.

            Gw ga tahu, kenapa bayangan itu terus bergulir dari satu frame ke frame yang lain. Kemudian bayangan itu berpindah ke situasi dakwah Rasulullah di Thaif. Terus bergulir ke Perang Badar, terus...dan terus... Sampai pada saat Haji Wada dan terakhir saat sakaratul maut-nya Rasulullah SAW. Dan sepanjang bergulirnya frame-frame tersebut di benak gw, gw cuman bisa menangis. Bahkan lebih dari hari pertama.

            Gw menangis karena ada perasaan kosong (empty) di dalam dada. Seperti sebuah balon yang terus ditiup, semakin besar balonnya semakin besar ruang kosong didalamnya. Namun justru itu semakin menyesakkan dada. Sebelum ini gw pernah merasakan hal yang sama saat gw rindu pada ibu. Tapi ini lebih dahsyat. Ruang kosong yang lahir dari rasa rindu itu minta diisi. Ya...gw rindu sekali sama Rasulullah SAW. Teramat sangat. Rindu pengen ketemu beliau. Tapi apa daya, gw berjauhan dengan beliau. Yang bisa gw lakukan cuma berdoa semoga Allah memberi kesempatan buat gw untuk bertemu dengan beliau. Baik lewat mimpi gw. Namun yang lebih gw harapkan adalah bertemu beliau di Yaumil Akhir. Semoga Allah mengabulkan doa gw.

            Berangsur, gw mulai tenang dan tangis gw mereda. Tapi pas kemudian semua diruangan diminta bersholawat kepada Rasulullah SAW, tangis gw pecah lagi. Saat diiringi nasyid Ya Nabi Salam Alaika-nya Hadad Alwi, gw cuman bisa ngikutin dari dalam hati karena tangis gw ga tertahankan. Ini emang salah satu nasyid dari Hadad Alwi yang sering bikin gw nangis pas ngedengarnya. Sampai-sampai peserta di sebelah gw merangkul gw buat menenangkan gw. Tapi gw bisa menjaga diri kok. Dari awal gw menangis ga pernah nangis keras atau sampe meraung-raung segala (solanya ada peserta yg begitu). Yang tau gw nangis cuman orang-orang yang ada disekitar gw. Kiri kanan dan depan belakang gw.

            BTW, semoga aja ini bisa jadi wasilah/jalan buat gw bisa ketemu Rasulullah SAW di yaumil Akhir kelak. Amin.


Blog EntryESQ TRAINING – Day 1: I’m late…….!!!May 6, '07 8:45 PM
for everyone

Baru hari pertama aja gw udah telat aja. Gw baru dateng jam 07.20 padahal acara mulai jam 7 teng. Datang telat di suatu acara bukan kebiasaan gw kecuali kalo emang ada halangan. Kayak hari pertama ini, ga tau kenapa ada trouble sama perut gw. Pas mo berangkat, eh...malah harus BAB dulu, sampe 2 kali malah! Kayaknya sih masuk angin. Ya udah, terlambat deh. Untungnya baru perkenalan aja. Belum masuk acara inti.

            Baru masuk ruangan, perasaan gw masih biasa aja. Ga terlalu excited. Kemudian,  Bapak Legisan Sugimin, sang Trainer masuk ruangan dan memulai sesi pertama. Beliau memulai dengan membacakan arti dari ayat Al Qur’an yang kemudian gw langsung connect kalo yang dibacakan adalah Surah Asy Syam (Matahari) ayat 1 – 10. Ga tau kenapa, gw ga bisa menahan air mata untuk keluar. Ia keluar begitu aja tanpa bisa ditahan. Padahal ayat-ayat ini adalah ayat yang familiar buat gw dan biasa dibacakan pas solat. Tapi air mata gw ga terbendung.

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari

Dan bulan apabila mengiringinya

Dan siang apabila menampakkannya

Dan bulan apabila menutupinya

Dan langit serta pembinaannya(yang menakjubkan)

Dan bumi serta penghamparannya

Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaanya)

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu

Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya

(QS: Asy Syam 1-10)

Gw ga peduli dengan teman di kanan kiri gw. Gw biarin aja air mata gw mengalir sampai berhenti sendiri.

            Kalo ditotal sampe acara berakhir jam 18.15 ada kali gw menangis sampe 5 (lima) kali. Yang kedua, pas berdoa bersama. Kemudian yang ketiga pas mengungkapin tentang mukjizat Alqur’an dan Rasulullah Muhammad SAW. Bukti-bukti yang disampaikan sebenarnya juga bukan bahan baru buat gw karena gw sudah pernah membaca dari artikel tentang Teori Big Bang di dalam Al Qur’an. Bahwa jauh sebelum Teori Big Bang dicetuskan atau teleskop Hubble diluncurkan, 14 abad yang lalu Nabi Muhammad sudah mengabarkannya pada kita semua lewat Wahyu Allah SWT yaitu AL Qur’an. Bahwa dahulu langit dan bumi merupakan satu kesatuan yang padu, kemudian terjadi ledakan besar dan terbentuklah alam semesta seperti sekarang ini. Bagimana mungkin seorang Nabi yang buta huruf, mampu menyampaikan ilmu tsb? Padahal beliau juga ga pernah belajar astronomi. Ini adalah bukti bahwa Al Qur’an itu benar adanya. Dan Muhammad SAW adalah benar utusan Allah SWT.

Trus, yang keempat pas penjelasan Asma’ul Husna (Nama-nama Baik Bagi Allah). Bahwa sebenarnya semua manusia, baik ia beriman maupun tidak, membutuhkan kasih sayang, rasa aman, kebahagiaan, dsb. Dan semua itu bersumber hanya pada yang satu yaitu Allah SWT dengan diwakili dari Nama-nama Baik yang dimilikinya. Contonya adalah

Terakhir gw nangis setelah penjelasan mengenai God Spot. Tentang belenggu-belenggu yang menutupi hati kita sehingga menghalangi kita untuk maju. Dan ga ada cara lain buat kita untuk bisa maju selain melepaskan semua belenggu dari hati kita. Ilustrasinya seperti dalam ibadah haji. Proses wukuf merupakan sarana untuk introspeksi diri., untuk menyadari semua kelemahan dan kesalahan kita semua. Kemudian melontar jumroh, adalah visualisasi dari pelontaran atau proses membuang segala potensi buruk yang membelenggu hati kita dan menghalangi kita untuk maju. Kemudian Thawaf, merupakan aksi yang kita lakukan setelah kita membebaskan diri dari semua belenggu yang selama ini ada. Gerakan memutari Ka’bah berlawana arah jarum jam merupakan gerakan yang sama yang dilakukan oleh elektron-elektron dalam inti atom (mikro kosmos), juga dilakukan oleh planet mengelilingi pusat Tata Surya yaitu matahari atau Tata Surya mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti atau galaksi-galaksi yang berputar mengelilingi inti alam semesta. Maksudnya, gerakan ini merupakan gerakan untuk tetap berada pada ikatan pusat/inti. Artinya ini adalah roses Tauhid alias bentuk pengesaan dan penghambaan terhadap Allah SWT.

Gw ga merasa malu buat ngungkapin hal ini di sini, cos itu bukan suatu yang cengeng menurut gw melainkan sebuah ungkapan yang hadir dan lahir dari hati. Semuanya murni spontan, ga dibuat-buat, bahkan ga bisa ditahan. gw ga peduli lagi sama orang-orang yang ada di kiri kanan, sama temen-temen kantor. Biar aja dikatain sok tobat atau apa. Gw dah ga peduli. Yang penting gw ngerasakan kenikmatan yang ga bisa gw lukiskan dengan kata-kata. Karena bahasanya bukan bahasa lidah, melainkan bahasa kalbu.

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help