Baru hari pertama
aja gw udah telat aja. Gw baru dateng jam 07.20 padahal acara mulai jam 7 teng.
Datang telat di suatu acara bukan kebiasaan gw kecuali kalo emang ada halangan.
Kayak hari pertama ini, ga tau kenapa ada trouble sama perut gw. Pas mo
berangkat, eh...malah harus BAB dulu, sampe 2 kali malah! Kayaknya sih masuk
angin. Ya udah, terlambat deh. Untungnya baru perkenalan aja. Belum masuk acara
inti.
Baru masuk ruangan, perasaan gw
masih biasa aja. Ga terlalu excited. Kemudian,
Bapak Legisan Sugimin, sang Trainer masuk ruangan dan memulai sesi
pertama. Beliau memulai dengan membacakan arti dari ayat Al Qur’an yang
kemudian gw langsung connect kalo yang dibacakan adalah Surah Asy Syam
(Matahari) ayat 1 – 10. Ga tau kenapa, gw ga bisa menahan air mata untuk
keluar. Ia keluar begitu aja tanpa bisa ditahan. Padahal ayat-ayat ini adalah
ayat yang familiar buat gw dan biasa dibacakan pas solat. Tapi air mata gw ga
terbendung.
Demi matahari dan cahayanya
di pagi hari
Dan bulan apabila
mengiringinya
Dan siang apabila
menampakkannya
Dan bulan apabila
menutupinya
Dan langit serta
pembinaannya(yang menakjubkan)
Dan bumi serta
penghamparannya
Dan jiwa serta
penyempurnaannya (ciptaanya)
Maka Allah mengilhamkan
kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan
Sesungguhnya beruntunglah
orang yang mensucikan jiwa itu
Dan sesungguhnya merugilah
orang yang mengotorinya
(QS: Asy Syam 1-10)
Gw ga peduli
dengan teman di kanan kiri gw. Gw biarin aja air mata gw mengalir sampai
berhenti sendiri.
Kalo ditotal sampe acara berakhir
jam 18.15 ada kali gw menangis sampe 5 (lima) kali. Yang kedua, pas berdoa
bersama. Kemudian yang ketiga pas mengungkapin tentang mukjizat Alqur’an dan
Rasulullah Muhammad SAW. Bukti-bukti yang disampaikan sebenarnya juga bukan
bahan baru buat gw karena gw sudah pernah membaca dari artikel tentang Teori
Big Bang di dalam Al Qur’an. Bahwa jauh sebelum Teori Big Bang dicetuskan atau
teleskop Hubble diluncurkan, 14 abad yang lalu Nabi Muhammad sudah mengabarkannya
pada kita semua lewat Wahyu Allah SWT yaitu AL Qur’an. Bahwa dahulu langit dan
bumi merupakan satu kesatuan yang padu, kemudian terjadi ledakan besar dan
terbentuklah alam semesta seperti sekarang ini. Bagimana mungkin seorang Nabi
yang buta huruf, mampu menyampaikan ilmu tsb? Padahal beliau juga ga pernah
belajar astronomi. Ini adalah bukti bahwa Al Qur’an itu benar adanya. Dan
Muhammad SAW adalah benar utusan Allah SWT.
Trus, yang
keempat pas penjelasan Asma’ul Husna (Nama-nama Baik Bagi Allah). Bahwa sebenarnya
semua manusia, baik ia beriman maupun tidak, membutuhkan kasih sayang, rasa
aman, kebahagiaan, dsb. Dan semua itu bersumber hanya pada yang satu yaitu
Allah SWT dengan diwakili dari Nama-nama Baik yang dimilikinya. Contonya adalah
Terakhir gw nangis
setelah penjelasan mengenai God Spot. Tentang belenggu-belenggu yang menutupi
hati kita sehingga menghalangi kita untuk maju. Dan ga ada cara lain buat kita
untuk bisa maju selain melepaskan semua belenggu dari hati kita. Ilustrasinya
seperti dalam ibadah haji. Proses wukuf merupakan sarana untuk introspeksi
diri., untuk menyadari semua kelemahan dan kesalahan kita semua. Kemudian
melontar jumroh, adalah visualisasi dari pelontaran atau proses membuang segala
potensi buruk yang membelenggu hati kita dan menghalangi kita untuk maju.
Kemudian Thawaf, merupakan aksi yang kita lakukan setelah kita membebaskan diri
dari semua belenggu yang selama ini ada. Gerakan memutari Ka’bah berlawana arah
jarum jam merupakan gerakan yang sama yang dilakukan oleh elektron-elektron
dalam inti atom (mikro kosmos), juga dilakukan oleh planet mengelilingi pusat
Tata Surya yaitu matahari atau Tata Surya mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti
atau galaksi-galaksi yang berputar mengelilingi inti alam semesta. Maksudnya,
gerakan ini merupakan gerakan untuk tetap berada pada ikatan pusat/inti.
Artinya ini adalah roses Tauhid alias bentuk pengesaan dan penghambaan terhadap
Allah SWT.
Gw ga merasa malu buat ngungkapin hal ini di sini, cos itu bukan suatu yang
cengeng menurut gw melainkan sebuah ungkapan yang hadir dan lahir dari hati. Semuanya
murni spontan, ga dibuat-buat, bahkan ga bisa ditahan. gw ga peduli lagi sama
orang-orang yang ada di kiri kanan, sama temen-temen kantor. Biar aja dikatain
sok tobat atau apa. Gw dah ga peduli. Yang penting gw ngerasakan kenikmatan
yang ga bisa gw lukiskan dengan kata-kata. Karena bahasanya bukan bahasa lidah,
melainkan bahasa kalbu.